Kamis, 08 Oktober 2020

MEKANISME SISTEM KOMPUTER

A.   Komponen Sistem Komputer

Layaknya internet, komputer adalah benda wajib yang harus dimiliki di era digital seperti sekarang. Banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan bantuan komputer seperti mengerjakan tugas sekolah, menyelesaikan pekerjaan kantor atau hanya sekedar untuk berselancar di dunia maya. Sadarkah Anda bahwa sistem komputer terdiri dari tiga komponen penting yaitu hardware, software dan brainware. Penjelasan detail tentang komponen sistem komputer akan dipaparkan dalam artikel berikut ini.

1.    Hardware/ Perangkat Keras

Hardware merupakan perangkat keras yang kasat mata dan memiliki wujud fisik yang dapat dirabaHardware pada komputer sendiri masih dibagi lagi menjadi empat bagian yaitu input device, output device, processing device dan storage device. Berikut ulasannya :

a.    Input Device/ Perangkat Masukan

Bagian pertama adalah input device atau perangkat masukan. Yang termasuk dalam input device ini adalah :

-       keyboard

-       mouse

-       webcam 

-       canner 

-       mouse pad

-       joy stick


Perangkat tersebut dikategorikan input device karena fungsinya sebagai alat untuk memasukan berbagai data dan juga perintah pada komputer. Sebuah data atau instruksi harus di input terlebih dahulu sebelum diolah menjadi informasi yang seperti kita inginkan, oleh karena itu dibutuhkan sebuah unit input yang menjadi sebuah gerbang untuk data yang dari dunia luar masuk ke dalam sistem komputer. Bentuk-bentuk data yang telah diinput akan dikonversi menjadi kode binary sehingga dapat dibaca oleh memori utama.

 

b.    Processing Device/ Perangkat Proses

Data yang dimasukan melalui input device selanjutnya akan diolah melalui processing device. Dengan kata lain, processing device adalah perangkat yang berfungsi untuk mengolah berbagai data yang berasal dari input device. Yang termasuk dalam processing device adalah CPU (Central Processing Unit). Peran CPU sangat penting didalam sebuah komputer karena merupakan otak dari sistem komputer. CPU sekaligus juga perangkat yang mengatur semua perangkat internal dan eksternal di komputer.

Adapun komponen-komponen CPU adalah sebagai berikut:
      1. Casing CPU. 
      2. Motherboard. 
      3. 3. Processor.
      4. Kipas 
      5. RAM.
      6. Hardisk (HDD)
      7. CD/DVD ROM.
      8. VGA CARD (Video Graphic Adapter)
      9. Sound card
      10. Power Suply


c.    Output Device/ Perangkat Keluaran



Perangkat keluaran atau output device adalah perangkat yang memberikan atau mengeluarkan hasil dari data yang masuk dan telah diproses. Contoh dari output device ini adalah monitor, printer, headphone, speaker, webcam dan mikrofon.  Dengan kata lain output device ini menyajikan segala informasi yang didapat dari pemrosesan sistem komputer seperti gambar, suara dan video.


d.    Storage Device/ Perangkat Penyimpanan

Perangkat terakhir pada hardware adalah perangkat penyimpanan. Sesuai dengan namanya, perangkat ini adalah alat yang digunakan untuk menyimpan berbagai data. Storage device sendiri terdiri dari dua macam yaitu internal storage dan eksternal storage. Contoh dari internal storage adalah harddisk dan RAM. Sedangkan external storage misalnya adalah harddisk eksternal, CD, DVD dan flashdisk.

2.    Software/ Perangkat Lunak

Komponen sistem komputer selanjutnya adalah software. Berkebalikan dari hardwaresoftware adalah komponen yang tak kasat mata. Software dalam komputer adalah komponen penting karena berperan menjalankan segala perintah yang masuk ke hardwareSoftware dapat diartikan juga sebagai suatu kumpulan data elektronik yang tersimpan dan diatur oleh komputer, bisa berupa program ataupun koneksi untuk menjalankan berbagai macam instruksi perintah. Software dibagi menjadi tiga yaitu :

-       Software sistem

Software sistem merupakan software utama yang sangat penting karena bertugas mengatur komponen pada komputer secara menyeluruh. Contoh software diantaranya adalah Windows Xp, Windows 2000, Windows 7, Windows 10, Linux, IOS dan lain-lain. 

-       Software aplikasi

Software aplikasi adalah kategori untuk software yang digunakan oleh user untuk menyelesaikan sebuah tugas tertentu. Dalam hal ini bisa dikatakan bahwa software aplikasi merupakan software pelengkap pada komputer yang digunakan sebagai sarana pengolahan data.

Contohnya adalah web browser, software office, game dan lainnya.  

-       Software tambahan 

Sedangkan software tambahan adalah software yang menjalankan tugas-tugas khusus atau tambahan sekaligus melindungi hardware.

Contohnya seperti Data recovery, Disk Defragmenter, Sceensever, Backupdan lain-lain.

3.    Brainware

Komponen terakhir yang menutup serangkaian komponen sistem komputer adalah brainware. Brainware yaitu orang yang menjalankan atau mengoperasikan komputerBrainware sangat penting karena komputer tidak dapat bermanfaat jika tidak dioperasikan oleh manusia. Jadi brainware merupakan setiap orang yang terlibat dalam kegiatan-kegiatan pemanfaatan komputer. Contoh dari brainware diantaranya adalah programmer, sistem analis, operator dan administrator.

Jadi kesimpulannya adalah : komputer terdiri dari tiga komponen utama yaitu hardware, software dan juga brainware. 


Selasa, 30 Oktober 2018

KEWASPADAAN MUTLAK


Pasti udah sering naik pesawat kan yah ?
Tapi pasti kebanyakan orang belum tahu alasan kenapa waktu take off sama landing , pramugari selalu minta untuk tegakin sandaran kursi, tray table nya harus di tutup, penutup jendela harus dibuka, terus yg duduk di deretan pintu harus free dari semua tas dll?

Jadi, alasannya karena 90% kecelakaan pesawat terjadi saat take off dan landing.
90% kecelakaan pesawat terjadi di 8 menit setelah take-off dan 3 menit sebelum landing.
Sehingga disebut juga "Critical Eleven"

Dan disaat itu terjadi, penumpang cuma punya waktu *90 detik* buat keluar dari pesawat.
Kalo ga keluar, penumpang bisa mati karna berbagai hal, dari smoke inhalation atau kekurangan oxygen, atau pesawat sinking incase of ditching (water landing).

Satu emergency exit di cabin, didesain buat evacuate sekitar 65 orang dalam waktu  1.5 menit itu. Tegakin sandaran apalagi disaat panik, bisa habisin waktu 10 detik, dan disaat evacuation 1 detik itu udah masalah hidup dan mati.

Biasakan untuk menegur kalo penumpang didepan kita tidak menegakan sandaran kursinya, karena disaat ada emergency landing, yang bakalan kena dampak adalah orang yg duduk dibelakangnya.
Karna bakal trapped (terjebak) dan ga bisa keluar dari kursi....sedangkan penumpang di depan itu pasti akan lari keluar secepat mungkin supaya bisa selamat.

Bukan cuma itu, dalam penerbangan dimalam hari, lampu cabin juga pasti diredupkan? Alasannya sama, karna dalam waktu 90 detik semua penumpang harus keluar maka ga ada waktu yang boleh terbuang.
Disaat mata terbiasa melihat terang kemudian lampu mati, pasti butuh beberapa waktu supaya mata bisa adaptasi dengan pencahayaan yg gelap...maka dari itu lampu sengaja diredupkan supaya mata tidak perlu adaptasi lagi disaat ada emergency landing.

Kalo penutup jendela kabin mesti dibuka itu kenapa ?

Di training pilot dan pramugari ada kelas yg namanya "CRMC", jadi kelas tentang komunikasi.
Karena 70% lebih kecelakaan pesawat terjadi karna kurang komunikasi antara semua orang, yaitu antara pramugari, pilot maupun penumpang.
Dalam penerbangan kita harus gunakan semua info yg ada , termasuk dr penumpang.

Kaca dibuka supaya penumpang bisa liat keadaan luar.
Contoh ada kebakaran di sayap, kapten ga bisa liat, pramugari ga liat. mungkin malah penumpang yg liat dan bisa kasih info supaya bisa secepat mungkin evakuasi
Atau kalo di negara Eropa , kadang sayap pesawat beku krn ada es, penumpang bisa liat dan kasih info supaya kapten tau dan kita bisa melakukan perbaikan sebelum terbang.

Jadi kesimpulannya,  dengerin mbak pramugarinya.. karena kalo ada accident, yg bakal kena akibatnya adalah penumpang itu sendiri.
Jadi jangan main main dengan safety 🆘

Dari berbagai sumber.

Rabu, 06 November 2013

CARA MEMBUAT MASTER SOAL DAN KARTU SOAL SECARA OTOMATIS


Bagi anda yang berprofesi guru tentunya akan dihadapkan pada ujian-ujian siswa untuk itu guru perlu membuat soal ujian yang akan diujikan kepada siswa, tidak hanya membuat butir soal guru juga dituntut untuk membuat perangkat soal yang terdiri dari: Butir Soal, Kartu Soal, Kisi-kisi, Kartu Telaah, dsb. Pada kesempatan kali ini kita akan mencoba membuat Butir Soal dan Kartu soal dengan cepat dan otomatis. 

Dalam membuat soal ujian langkah yang harus dilakukan dahulu adalah dengan menentukan kisi-kisi soal yang akan diujikan jangan sampai dibalik, membuat soal dahulu kemudian membuat kisi-kisinya. Jika kita membuat kisi-kisi soal terlebih dahulu maka untuk membuat butir soalnyapun akan terasa lebih mudah dikarenakan ada panduan sebelumnya dari kisi-kisi yang sudah kita buat tadi.
Setelah membuat kisi-kisi soal barulah kita membuat Butir soal dan Kartu soal, biasanya butir soal yang diminta tersebut itu terdiri dari 2 macam soal yaitu soal kode A dan soal kode B, berarti kita akan membuat butir soal sebanyak 2 buah, yang sering dilakukan pada umumnya adalah membuat kisi-kisi soal, membuat soal A dan B, membuat kartu soal dan dilakukan secara manual, dengan sedikit trik kita hanya membuat 1 Master soal saja dan itu semua otomatis output yang dihasilkan adalah Butir Soal (A dan B) serta Kartu soal.

Langkah-langkah untuk membuat :
  1. Buatlah terlebih dahulu kisi-kisi soal (ini manual tidak bisa otomatis)
  2. Dengan panduan dari kisi-kisi soal, mulai buatlah master soal kode A dengan nama file mastersoal-A.doc/.docx (Office Word) dengan format seperti berikut ini :
    Contoh Tabel Master Soal
    Master soal - mahir-tik.com
    Tabel diatas bisa disesuaikan dengan kebutuhan anda masing-masing. Master soal ini adalah master dari butir soal yang akan kita buat dan kartu soal, jadi didalam master soal ini harus benar sehingga tidak ada kesalahan dalam butir soal atau kartu soal yang dihasilkan, kita cukup membuat ini saja tidak perlu membuat lagi kartu soal, jumlah soal disesuaikan dengan kebutuhan anda.
  3. Setelah selesai membuat master soal langkah selanjutnya adalah mempersiapkan untuk membuat soalnya. Buatlah tampilan seperti contohnya berikut ini

    Selain option multiple choice diatas anda bisa membuat pilihan yang lain sesuai dengan kreasi anda berikut ini adalah contoh optiopn multiplechoice yang bisa digunakan.
    Contoh pilihan option multiple choice
    multiplechoice - mahir-tik.com
    Tampilan diatas adalah tempat untuk memasukkan data dari master soal yang sudah kita buat tadi. Jika anda kesulitan membuat tabel yang dimaksud bisa download DISINI.
  4. Agar supaya data pada master soal yang kita buat tadi bisa otomatis muncul dalam butir soal maka kita bisa memanfaatkan fungsi mailmerge pada Ms-Word yang saya gunakan disini adalah MS-Word 2007.
  5. Cara mengaktifkan fungsi mailmerge di Word adalah :
  • Pilih dan tekan mailing à Start Mail Merge à Step by Step Mail Merge Wizard

  • Pada kotak dialog sebelah kanan tekan Next sampai muncul perintah mencari data master (source) à
    pilih Browse..

  • Cari dan masukkan file mastersoal-A.docx yang sudah anda buat sebelumnya, pilih Word Documents (*.docx) à OK.

  • Jika muncul kotak dialog mailmerge recipient Tekan OK

  • Masukkan field ke table yang sudah ada misalnya seperti tampilan dibawah ini.

  • Pilih Preview Result (untuk melihat hasilnya)

  • Maka hasilnya adalah seperti berikut (tabel tidak akan terlihat jika dicetak)

  • Langkah sudah selesai
  • Untuk menambah jumlah tampilan soal sampai soal yang diinginkan tinggal anda tambahkan Rules à Next Record

  • Copy tabel untuk tampilan soal berikutnya dengan ditambah Next Record pada akhir tabel. Jadi tampilan seperti berikut ini..

  • Langkah selesai anda bisa menambahkan jumlah tabel sesuai dengan kebutuhan anda pilih preview dan file bisa di cetak.
  1. Langkah diatas bisa juga diaplikasikan untuk membuat kartu soal, berikut ini adalah contoh dari kartu soal bisa anda Download DISINI, untuk membuat kartu soal secara otomatis bisa anda lakukan dengan cara mengikuti langkah-langkah diatas.
  2. Yang kita kerjakan diatas itu hanya untuk Master Soal A saja yang menghasilkan butir soal A dan Kartu Soal A, jika anda ingin membuat Master soal B maka harus anda acak soal-soal pada Master soal, cara mengacak soal dengan cepat bisa anda ikuti tutorialnya di http://mahir-tik.com/2011/03/18/cara-mengacak-soal-dengan-cepat-dan-mudah/ 
    Sumber :

Rabu, 18 September 2013

NASI GULUNG DADAR ISI SOSIS





Bunda, kadang anak kita nggak mau menyantap bekal makanan yang kita bawakan dari rumah. Untuk itu Bunda perlu mensiasatinya dengan berbagai menu dan tampilan yang menarik. 
Nah, Bunda, kali ini saya akan berbagi resep yang mudah, bergizi dan tentunya dengan tampilan yang menarik, agar buah hati akan senang menyantapnya.  Resep kali ini adalah Nasi Gulung Dadar Isi Sosis. Berikuit cara membuatnya :





Bahan:
400 gram, nasi putih.
2 butir telur ayam dijadikan 2 buah tipis, diameter 15 cm.
2 batang sosis sapi, digoreng.
½ sendok teh garam.

Cara membuat:
  1. Letakkan selembar telur dadar di atas penggulung sushi yang sudah dilapisi plastick.
  2. Bubuhkan nasi di atas telur dadar, ratakan, lalu letakkan 1 batang sosis sapi goreng kemudian gulung padat.
  3. Lepaskan penggulung sushi dna plastiknya potong gulungan kea rah melintang setebal 2 cm. ulangi proses pada porsi adonan berikutnya.
  4. Susun nasi gulung dalam tempat bekal, lengkapi dengan ptongan sayur sesuai selera.
Untuk 2 porsi @ 5 potong.

Tips: penggulung sushi bisa dibeli di toko peralatan masa atau supermarket bahan makanan jepang. Bentuknya mirip tatakan makan, terbuat dari anyaman bambu yang bisa digulung.

Senin, 25 Maret 2013

SOTO CEKER JAMUR TIRAM

Musim panas-panas kayak gini menang paling pas kalo makan yang seger-seger. Menu seger favorit saya adalah Soto. nah, kali ini saya ingin berbagi resep Soto Ceker Jamur Tiram ala saya sendiri. hehe... :)
 Langsung saja, inilah resep soto ayam special hasil racikan saya, silakan dicekidot... :D.
























Bahan :

- 250 gr dada ayam, potong jadi 4 bagian
- 1/2 kg ceker ayam
- 2 batang daun bawang, potong-potong 1 cm
- 1 batang serai, ambil bagian putihnya, memarkan
- 2 lembar daun jeruk purut
- 3 sdm minyak goreng
- 1 liter santan dari 1 butir kelapa sedang.
- 1 liter air
- Jeruk nipis secukupnya


Bumbu yang dihaluskan :

- 6 siung bawang putih
- 5 butir bawang merah
- 5 butir kemiri, disangrai
- 2 cm kunyit
- 1 cm jahe
- 1/2 sdt lada butiran, disangrai
- Pala secukupnya
- Garam secukupnya


Untuk isian soto ayam :
- 250 gr jamur tiram, siangi

- 100 gr soun, seduh dengan air panas sampai lunak, tiriskan
- 150 gr tauge pendek, siangi, seduh dengan air panas, tiriskan
- 200 gr kentang (iris tipis lalu goreng)
- 3 butir telur ayam rebus, belah jadi 2 bagian
- 1 batang seledri, diiris halus
- bawang merah goreng secukupnya
- tomat, potong sesuai selera


Cara membuat resep soto ayam  :

1. Masukkan ayam ke dalam air mendidih. Rebus dengan api kecil sampai daging ayam empuk, masukkan jamur tiram
2. Sementara tumis bumbu halus sampai harum. Tambahkan daun bawang, serai dan daun jeruk.
3. Sangrai bumbu sampai layu. Angkat dan masukkan ke dalam rebusan ayam.
4. Masukkan santan, aduk dan masak rebusan ayam sampai bumbu meresap.
5. Angkat daging ayam dari air rebusan dan tiriskan.
6. Suwir – suwir daging ayam, sisihkan.


Cara penyajian soto ayam :

Siapkan mangkuk saji, masukkan ayam suwir, soun, tauge, tomat, dan telur. Tuang kuah kaldu beserta jamur tiram yang masih panas. Taburi seledri, bawang merah goreng serta perasan jeruk nipis secukupnya.


Semoga resep soto ceker jamur tiram ini bisa memberi nuansa baru pada menu soto anda, dan selamat mencoba resep soto ceker jamur tiram ini.

GOOD LUCK :D

ANALISIS BUTIR SOAL


            Analisis butir adalah proses menguji respon-respon siswa untuk masing-masing butir tes dalam upaya menjustifikasi kualitas item. Kualitas item, khususnya direpresentasi oleh tingkat kesukaran, daya pembeda, validitas dan reliabilitas, dan khusus untuk tes pilihan ganda tidak kalah pentingnya adalah keefektifan pengecoh dan omit. Tujuan analisis butir soal yaitu untuk mengadakan identifikasi soal-soal yang baik, kurang baik, dan soal yang buruk.
        Secara umum, tes diartikan sebagai alat yang dipergunakan untuk mengukur pengetahuan atau penguasaan obyek terhadap seperangkat konten dan materi tertentu. Tes berfungsi sebagai alat pengukuru keberhasilan belajar siswa.
Menurut Arikunto (2009) tes yang baik harus mempunyai syarat-syarat sebagai berikut:1) Harus efisien (Parsimony); 2) Harus baku (Standardize); 3) Mempunyai norma; 4) Objektif; 5) Valid (Sahih); 6) Reliabel (Andal). Oleh sebab itu untuk memperoleh tes yang baik, tes tersebut harus di ujicobakan terlebih dahulu dan hasilnya dianalisis sehingga memenuhi syarat-syarat tersebut di atas.
Penyusunan dan pengembangan tes dimaksudkan untuk memperoleh tes yang valid sehingga hasil ukurnya dapat mencerminkan secara tepat hasil belajar atau prestasi belajar yang dicapai oleh masing-masing individu peserta tes. Untuk itu, langkah-langkah yang ditempuh dalam mengembangkan tes antara lain:
1.   Menentukan tujuan tes. Tujuan dalam mengadakan tes ini harus jelas sesuai dengan keperluan.
2.   Melakukan analisis kurikulum, dilakukan dengan cara melihat dan menelaah kembali kurikulum yang ada berkaitan dengan tujuan tes yang telah ditetapkan. Langkah ini dimaksudkan agar dalam proses pengembangan instrumen tes selalu mengacu pada kurikulum (SK dan KD) yang sedang digunakan, dan sesuai dengan indikator pencapaian suatu KD.
3.   Analisis sumber belajar (buku pelajaran dan sumber materi lainnya). Tes yang diukur hendaknya mencakup materi pelajaran yang telah ditetapkan. Hal ini dimaksudkan agar memperkecil kekeliruan dalam memilih bahan untuk tes
4. Menyusun kisi-kisi instrumen. Kisi-kisi atau yang biasa disebut dengan tabel spesifikasi merupakan format yang memuat informasi mengenai ruang lingkup dan isi/kompetensi yang akan dinilai/diujikan. Kisi-kisi disusun berdasarkan tujuan penilaian dan digunakan sebagai pedoman untuk mengembangkan soal. Kisi-kisi harus mengacu pada SK dan KD, dan komponen-komponennya harus rinci, jelas, dan bermakna.
5.  Menulis TIK (Tujuan Instruksional Khusus) / Indikator. Penulisan TIK/indikator harus sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan dalam kisi-kisi. Indikator biasanya kita buat sendiri, mengacu pada SK dan KD.
6.  Menulis soal. Setelah kisi-kisi dalam bentuk tabel telah tersedia, maka kita harus membuat butir-butir soal sesuai yang tercantum dalam kisi-kisi. Soal-soal yang ditulis tidak boleh menyimpang dari indikator yang telah dirumuskan sesuai dengan kisi-kisi. Tahapannya mencakup: review soal (menelaah soal), seleksi soal, selanjutnya merakit soal menjadi tes
7.   Melakukan telaah instrumen secara teoritis. Telaah instrumen tes secara teoritis atau kualitatif dilakukan untuk melihat kebenaran instrumen dari segi materi, konstruksi, dan bahasa.
8.  Reproduksi tes terbatas. Tes yang sudah dibuat (sudah jadi) diperbanyak dalam jumlah yang cukup menurut jumlah sampel yang akan diuji coba.
9.  Melakukan uji coba dan analisis hasil uji coba tes. Sebelum tes digunakan perlu dilakukan terlebih dahulu uji coba tes. Langkah ini diperlukan untuk memperoleh data empiris terhadap kualitas tes yang telah disusun. Berdasarkan hasil uji coba, dilakukan analisis terutama analisis butir soal yang meliputi reliabilitas, validitas butir, tingkat kesukaran, pola jawaban, efektifitas pengecoh, daya pembeda, dan lain-lain.
10.Merevisi soal. Berdasarkan hasil analisis butir soal hasil ujicoba kemudian dilakukan perbaikan. Berbagai bagian tes yang masih kurang memenuhi standar kualitas yang diharapkan perlu diperbaiki sehingga diperoleh perangkat tes yang lebih baik. Setelah tersusun butir soal yang bagus, kemudian butir soal tersebut disusun kembali untuk menjadi perangkat instrumen tes, sehingga instrumen tes siap digunakan.

1.      Menghitung Indeks Kesukaran
  Dalam menghitung indeks kesukaran tiap butir soal digunakan rumus:

1)      0,00-0,30 tergolong sukar.
2)      0,31-0,70 tergolong sedang
3)      0,71-1,00 tergolong mudah.  (Arikunto, 2009)
Dari hasil perhitungan indeks kesukaran maka kemungkinan tidak semua soal dapat terambil. Soal yang mempunyai indeks kesukaran sedang yang dapat diambil.
2.      Menghitung Daya Pembeda
  Untuk menghitung daya pembeda digunakan rumus:
  Di mana    A = jumlah kelompok atas yang menjawab benar,
                  B = jumlah kelompok bawah yang menjawab benar,
                  N =jumlah peserta tes
  Klasifikasi daya pembeda:
0,00 - 0,20 : jelek (poor)
0,20 – 0,40 : cukup (satisfactory)
0,40 – 0,70 : baik (good)
0,70 – 1,00 : baik sekali (excellent), diterima
negatif       : tidak baik, sebaiknya dibuang  (Arikunto, 2009)
  Setelah diadakan perhitungan daya beda maka dari sejumlah soal yang disusun kemungkinan tidak semuanya dapat terambil. Soal yang dapat terambil adalah soal yang mempunyai daya beda cukup, baik dan baik sekali.
3.      Keberfungsian Pengecoh (Distraktor)
Distraktor adalah suatu pola yang menggambarkan bagaimana peserta tes menentukan pilihan jawabannya terhadap kemungkinan-kemungkinan jawaban yang telah dipasangkan pada setiap butir item. Pengecoh (distractor), bertujuan untuk mengecoh mereka yang kurang mampu (tidak tahu) untuk dibedakan dengan yang mampu (lebih tahu).
Pada tes pilihan ganda, tiap butir soal menggunakan beberapa pengecoh (distraktor / penyesat / option). Tiap pengecoh hendaknya bermanfaat atau berfungsi, yakni ada sejumlah siswa yang memilihnya. Pengecoh yang tidak dipilih sama sekali oleh siswa berarti tidak berfungsi mengecohkan siswa, sebaliknya pengecoh yang dipilih oleh hampir semua siswa berarti terlalu mirip dengan jawaban yang benar.
Suatu kemungkinan dapat terjadi, yaitu bahwa dari keseluruhan alternatif yang dipasang pada butir item tertentu, sama sekali tidak dipilih oleh testee. Dengan kata lain, testee menyatakan “blangko”. Pernyataan blangko ini sering dikenal dengan istilah omiet dan biasa diberi lambang dengan huruf O.
Distraktor dinyatakan telah dapat menjalankan fungsinya dengan baik apabila distraktor tersebut sekurang-kurangnya sudah dipilih oleh 5% dari seluruh peserta tes.
Sebagai tindak lanjut atas hasil penganalisaan terhadap fungsi distraktor tersebut maka distraktor yang sudah dapat menjalankan fungsinya dengan baik dapat dipakai lagi pada tes-tes yang akan datang, sedangkan distraktor yang belum dapat berfungsi dengan baik sebaiknya diperbaiki atau diganti dengan distraktor yang lain.
4.      Validitas Item
Suatu skala atau instrumen pengukur dapat dikatakan mempunyai validitas yang tinggi apabila instrumen tersebut menjalankan fungsi ukurnya, atau memberikan hasil ukur yang sesuai dengan maksud dilakukannya pengukuran tersebut. Sedangkan tes yang memiliki validitas rendah akan menghasilkan data yang tidak relevan dengan tujuan pengukuran. Untuk mencari validitas menggunakan rumus:
Mp        = rerata skor dari subjek yang menjawab benar bagi item yang dicari validitasnya
Mt           = rerata skor total
Sd        = standar deviasi dari skor total
p          = proporsi siswa yang menjawab benar (indeks kesukaran)
q          = proporsi yang menjawab salah (q = 1-p)
             
            Interpretasi validitas:
0,800 – 1,00    : sangat tinggi
0,600 – 0,800  : tinggi
0,400 – 0,600  : cukup
0,200 – 0,400  : rendah
0,00 – 0,200    : sangat rendah
Kriteria validitas:
>0,29 maka VALID, <0,29 maka INVALID (Sumarna. 2004)
5.      Reliabilitas
Tujuan utama menghitung reliabilitas skor tes adalah untuk mengetahui tingkat ketepatan (precision) dan keajegan (consistency) skor tes.
Untuk mencari nilai reliabilitas, digunakan rumus: 
x          = skor butir soal ganjil
y          = skor butir soal genap
n          = jumlah peserta tes
Setelah itu nilai dari rxy dimasukkan ke dalam rumus: 
r11=2 (rxy) dibagi 1+ rxy
Kriteria reliabilitas:
1,00     : tinggi
> 0,700: cukup
< 0,700: rendah (Sumarna. 2004)

Untuk contoh software Analisis Butir Soal, silahkan download di sini

Daftar Pustaka

Arikunto, S. 2009. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan (Edisi Revisi). Jakarta: Bumi Aksara
Nurkancana, W. 1986. Evaluasi Pendidikan. Surabaya: Usaha Nasional.
Surapranata, Sumarna. 2004. Analisis, Validitas, Reliabilitas dan Interpretasi Hasil Tes. Jakarta: Remaja Rosdakarya.
Djaali dan Pudji Muljono. 2007. Pengukuran dalam Bidang Pendidikan. Jakarta: Grasindo.
http://lussysf.multiply.com/journal/item/114
http://simpelpas.wordpress.com/2011/04/12/analisis-soal/
Sumber:
http://iznaparadise.blogspot.com

MEKANISME SISTEM KOMPUTER

A.    Komponen Sistem Komputer Layaknya internet, komputer adalah benda wajib yang harus dimiliki di era digital seperti sekarang. Banyak ...